terokaku

Thursday, May 07, 2009

Simalakama

Ada perempuan yang berani menolak disuguhi surga ketika suaminya merajuk-rajuk meminta ijin kepadanya untuk memiliki perempuan lain selain istrinya sendiri. Lalu para lelaki menciptakan laknat dan neraka bagi para perempuan pembangkang itu.

O buroq menjatuhkan simalakama di piring-piring para perempuan itu. Para lelaki mengintip mereka di lubang-lubang kunci kamar hotel, berharap mereka mengunyahnya lalu jatuh bersimpuh di hadapannya memohon ampun atas kecemburuannya.

Namun para lelaki berani nyolong surat dan stempel Tuhan untuk diisi dengan surga atau neraka atau dosa atau pahala atau cinta demi kepentingannya itu. Ada yang menjualnya mahal atau murah tergantung kualitasnya, ada pula yang membagi-bagikannya ke sesama jenisnya.

Bukan cuma itu, mereka pun membangun pagar-pagar rapat di tengah langit dan bumi sehingga para perempuan hanya meratap-ratap atau menjerit-jerit memanggil Tuhan sambil menggelantung memegang pagar dan berharap tidak jatuh lagi ke bumi. Mereka tak bisa menggergaji atau memalu pagar karena hanya lelakilah yang bisa bilang gergaji atau palu. Mereka pun tak bisa lama-lama menggelantung pada pagar karena kata menggelantung hanya ditakdirkan untuk lelaki. Tapi mereka punya kata-kata seperti setia, taat, patuh, solehah atau kebalikannya. Tentu saja. Selebihnya, definisi-definisinya, hanya dimiliki lelaki saja. Harap diingat kata takdir adalah takdir lelaki pula.

Tuhan? Ah ya itu. Tentu saja perempuan punya, seperti halnya hantu. Tapi kau harus minta ijin suami untuk tau artinya!